[Info] 120902 Japanese Fashion Doll

Fashion tidak hanya untuk manusia. Beberapa dari kita mungkin pernah melihat desain baju-baju lucu yang dibuat untuk binatang peliharaan atau malah boneka. Di Jepang, deretan boneka-boneka berikut ini sangat popular dan memang didesain untuk didandani dengan model busana yang sedang tren bak manekin ataupun pragawati. Umumnya, boneka ini terbuat dari vinyl, resin, hingga plastik dan diproduksi sebagai mainan untuk dikoleksi dan disukai oleh berbagai usia. Secara gender, boneka fashion ini mereplikakan figure gadis ataupun pria anak-anak dan remaja, dan banyak orang mengenal Barbie sebagai salah satu fashion doll pionir.

1.    Jenny

Boneka setinggi 10, 5 inci yang diproduksi oleh Takara Tomy sejak tahun 1982. Awalnya, Jenny bernama Takara Barbie, namun berganti nama menjadi Jenny setelah lisensi dengan Mattel (produsen langsung Barbie) berakhir pada tahun 1986. Perbedaan antara Takara Barbie dan Barbie versi Barat, Takara Barbie lebih disesuaikan dengan karakter orang Jepang. Mata lebih kecil, mulut yang tertutup, perawakan lebih pendek, dan karakternya lebih kekanakan dibanding Barbie versi Barat dewasa. Saat bernama Takara Barbie, penjualannya tidak sebaik setelah berganti nama menjadi Jenny. Untuk versi laki-lakinya, dari nama Takara Ken berganti nama menjadi Jeff. Jenny sama sepeti Barbie, memakai beragam pakaian mulai dari streer fashion, seragam sekolah, hingga kimono. Bahkan agar lebih berkesan ‘Jepang banget’, Jenny pernah dibuatkan seragam pramugari Shinkansen. Saat ini, Jenny agak kalah popular dibanding dengan Licca dan boneka lainnya, namun tetap memorablebagi beberapa kolektor boneka di Jepang.
2.    Licca
Nama lengkapnya Licca Kayama (dibaca: Kayama Rika), dan biasa dipanggil Licca-chan. Boneka ini lahir pada 4 Juli 1967 lewat rumah produksi Takara Tomy dan terkenal sebagai salah satu dress up doll. Sama seperti Jenny, proporsi tubuh Licca disesuaikan dengan karakter orang Jepang. Hingga tahun 2007, Takara sukses menjual lebih dari 53 juta boneka Licca. Image Licca didesain oleh mangaka Miyako Maki, yang merupakan istri dari Leiji Matsumoto. Tidak hanya sebagai boneka  fashion, Takara juga merancang background Licca dengan detail. Mulai dari usianya yang 11 tahun, bersekolah, mempunyai orangtua lengkap dengan nama dan pekerjaannya, dan mempunyai buku favorit, Anne of Green Gables, A Little Princess, dan Doraemon.
Akhir tahun 90’an, Label rekaman Rough Trade Records kemudian bekerjasama dengan Takara untuk merilis Street Lica, dimana Licca menjadi DJ lengkap dengan sepatu Converse pink, celana kulit warna abu-abu, jaket hoodie, dan potongan rambut ngebob warna pirang. Licca jenis ini hanya dijual terbatas dengan harga tinggi dan dapat dibeli lewat situs resmi Rought Trade Records. Street Licca menjadi salah satu indie rock doll yang unggul. Tahun 2001, dirilis jenis Licca versi dewasa yang sedang hamil, disertai postcardyang jika dikirimkan kembali kepada Takara, pembeli akan dikirimkan bayi licca. Perilisan ini sekaligus untuk merayakan kelahiran Aiko, putri pangeran Naruhito dan putri Masako. Tentu saja, hal ini meningkatkan penjualan boneka Licca secara pesat. Melihat animo masyarakat yang menyambut baik, Takara kemudian merilis versi-versi lain dari Licca, termasuk Departure Licca yang dirilis untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada tahun 2007 lalu. Nintendo DS juga merilis game tentang Licca pada 29 November 2007, dimana untuk versi Amerikanya bernama Lovely lisa.

3.   Momoka Doll
Momoka Doll dibuat pada tahun 2001, dan merupakan side project dari sebuah perusahaan software Petworks, pimpinan Namie Manabe. Di tahun 2004, Petworks mempercayai pengusaha produksi boneka Sekiguchi untuk membuat Momoka Doll. Lewat Sekiguchi, Momoka Doll dijadikan sebagai boneka yang diproduksi besar dan dijual ke pasaran dengan harga kompetitif menyaingi harga fashion doll lainnya. Momoka Doll juga memiliki versi jenis lain yaitu Mame Momoka yang ikutannya lebih imut (9cm) dengan harga yang lebih murah dan penampilan yang lebih chibi. Mame Momoka tersedia dalam jenis perempuan dan laki-laki.
4.    Pullip
Salah satu fashion doll asal Cheonsang Cheonha, Korea yang dipasarkan di Jepang lewat perusahaan JUN Planning, Jepang. Pertama kali, mereka merilis boneka perempuan pada tahun 2003. Setelah sukses di pasaran, Pullip merilis seri lainnya seperti Namu dan Taeyang (untuk boneka jenis laki-laki), dan adik perempuan Pullip yaitu Dal. Pullip juga dibuat versi mininya dengan nama Little Pullip. Pullip memiliki mekanisme mata yang unik. Bola matanya bisa berputar dan bisa berkedip. Pullip pernah mengundang kontroversi ketika berencana merilis Beressa, boneka cantik berambut pirang yang berpakaian seragam SS, pasukan elit bodyguard Hitler. Walapun di lengannya tidak memakai lambang swastika, boneka ini tidak mendapat ijin rilis dan akhirnya dibatalkan.
5.    Dollfie dan Super Dollfie
Terinspirasi dari boneka Prancis yang elegan, boneka berukuran skalatis ini diproduksi oleh Volks, Jepang. Standarnya berukuran 1/3 ukuran tubuh manusia (sekitar 55-65 cm). Ukuran terkecil 11 inci atau sekitar 27 cm dan 80 cm untuk ukuran terbesar yang bisa dibuat Super Dollfie. Dollfie pertama kali dibuat pada tahun 1997 dengan ukuran sebesar boneka Barbie dengan bahan baku polyurethane resin. Dollfie menjadi salah satu fashion doll yang populer dan sering digunakan untuk keperluan forografi maupun cosplay. Hingga kini Dollfie populer sebagai fashion doll sekaligus action figureyang pandai berpose. Karena kedetailan dan material bahannya yang menggunakan resin, boneka ini memiliki harga jutaan rupiah. Tak heran jika boneka ini memiliki nilai prestis tersendiri.

Source : ANIMONSTER
TAKE OUT WITH FULL CREDIT !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s