[Info] 121221 Sisten Transportasi di Jepang

 

Transportasi di Jepang bisa ditempuh pula dengan densha (kereta listrik), basu (bis) dan takushi atau taksi.

1. Angkutan Kereta Api (Densha)

 https://i2.wp.com/jepang.panduanwisata.com/files/2012/05/sistem-transportasi-jepang.jpg

Perusahaan umum Kereta Api Nasional Jepang (Japan National Railway atau disingkat JNR) adalah perusahaan kereta api tunggal yang terbesar di Jepang. Namun disebabkan oleh keadaan keuangan yang cukup memprihatinkan, maka sejak tanggal 1 April 1987 perusahaan ini dilimpahkan ke pihak swasta dan diganti nama menjadi Japan Railway atau disingkat JR.

 

JR mengoperasikan salah satu jenis kereta api tercepat di dunia, yakni jenis kereta api shinkansen (yang secara harfiah berarti lin utama yang baru). Shinkansen dioperasikan pertama kalinya pada tanggal 1 Oktober 1964 untuk jurusan Tokyo-Osaka sepanjang 552,6 km, yang dapat ditempuh dalam waktu 3 jam 10 menit. Kemudian pada tanggal 10 Maret 1975, dibuka lin baru untuk jurusan Osaka-Hakata di pulau Kyusu. Jarak antara Tokyo-Hakata yang menghubungkan dengan kota-kota yang terletak di bagian selatan Jepang, adanya juga jalur utara yaitu jalur yang menghubungkan Tokyo dengan kota-kota di Jepang Barat Laut dan Jepang Timur Laut. Kereta api Tohoku

Shinkansen menghubungkan Tokyo dengan kota Marioka (sebuah kota di Jepang Timur Laut) sejauh 496 km, sedangkan kereta api Joetsu Shinkansen menghubungkan Tokyo dengan kota Niigata sepanjang 270 km. Kareta api Tohoku Shinkansen bulan November 1982. Terminal akhir untuk jalur Tokyo-Hakata di kawasan Tokyo adalah stasiun Tokyo, sedangkan terminal akhir untuk Joetsu Shinkansen dan Tohoku Shinkansen adalah stasiun Ueno yang terletak empat stasiun dari stasiun Tokyo ke arah utara.

Selain lin-lin yang dioperasikan oleh JR, layanan kereta api daerah juga disediakan oleh berbagai badan pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan swasta lainnya. Perusahaan-perusahaan kereta api swasta ini mengangkut sekitar 39,7% dari total penumpang kereta api shinkansen ataupun kereta express lainnya, baik yang dikelola oleh JR maupun oleh perusahaan, maka selain tiket kereta api untuk tujuan yang diinginkan juga harus membeli tiket untuk shinkansen ataupun tiket expressnya.

Selain kereta Shinkansen, kereta express dan kereta api biasa yang bergerak di atas permukaan tanah, ada juga lin kereta api bawah tanah (chikatetsu = subway) yang melayani delapan kota besar yaitu kota Fukuoka, Kobe, Kyoto, Osaka, Nagoya, Yokohama, Tokyo, dan Sapporo. Di kota Tokyo ada sepuluh lin kereta api bawah tanah yang mencakup total jarak lebih kurang 200 km. Dengan demikian, Tokyo menduduki tempat keempat setelah London, New York dan Paris dalam total panjang lin kereta api bawah tanah.

Kereta api di Jepang pada umumnya dibagi menjadi dua kelas/gerbong, yaitu gerbong hijau (green cars) dan gerbong biasa (ordinary cars). Naik green cars jelas biayanya lebih mahal dibandingkan dengan naik gerbong biasa, karena harus membeli special tickets untuk bisa naik green cars. Tiket-tiket tersebut, baik tiket untuk shinkansen, tiket untuk green cars, maupun tiket reserved seat biasanya dapat dipesan sebulan sebelum hari keberangkatan.

Apabila akan bepergian jauh (ke luar kota), sebaiknya memesan tiket tersebut secepat mungkin. Student discount diberikan kepada mahasiswa yang akan bepergian jauh, biasanya untuk liburan musim panas, liburan tahun baru, ataupun untuk mengikuti seminar-seminar. Formulir untuk mendapatkan student discount dapat diperoleh di universitasnya masing-masing. Potongan ini biasanya sebesar 20% dari harga tiket, dan hanya berlaku untuk tiket kereta api saja, tidak berlaku untuk express ticket.

Sebagian besar mahasiswa (termasuk siswa SD, SLTP dan SLTA) dan pegawai menggunakan kartu pass/kartu langganan (teikiken) untuk pergi pulang ke sekolah dan kantor masing-masing. Adapun dua jenis teikiken, yaitu teikiken untuk pelajar dan teikiken untuk pegawai. Apabila status anda masih sebagai research student, maka anda tidak bisa membeli teikiken untuk pelajar, yang bisa anda beli adalah teikiken untuk pegawai. Dengan memakai teikiken, kita akan menghemat lebih kurang 75% (untuk pelajar) dan 50% (untuk pegawai) dibandingkan apabila kita membeli tiket eceran setiap hari. Masa berlakunya teikiken ada yang satu bulan, tiga bulan dan enam bulan.

Makin lama periode teikiken tersebut adalah kita bisa naik turun kereta api disetiap stasiun yang dikehendaki tanpa harus membeli tiket lagi, asalkan stasiun-stasiun tersebut masih berada pada jalur yang tertulis pada teikiken. Kereta api di Jepang beroperasi dari jam 5:30 sampai jam 12:00 malam, kecuali malam tahun baru di mana semua jalur kereta api beroperasi selama 24 jam.

 

2. Angkutan Bis (Basu)

 https://i0.wp.com/wisataseru.com/wp-content/uploads/2012/07/jepang-bus.jpg

Untuk jalur-jalur yang tidak dilalui kereta api biasanya dilayani oleh angkutan bis. Angkutan bis sebagian besar dikelola oleh perusahaan swasta. Selain beroperasi di dalam kota, bis juga melayani jalur-jalur ke arah suburb. Di setiap stasiun kereta api biasanya terdapat terminal bis yang melayani baik untuk jalur dalam kota maupun untuk jalur suburb. Seperti pada kereta api, untuk angkutan bis juga ada sistem teikiken. Teikiken bis dapat dibeli pada kantor-kantor perwakilan perusahaan angkutan bis yang bersangkutan (biasanya ada di dekat stasiun kereta api). Perlu diketahui bahwa bis kota di Jepang tidak menggunakan kondektur maupun kernet. Sistem pembayaran langsung di dalam bis (ada kotak khusus dekat sopir untuk menyimpan uang/karcis) baik dengan tiket maupun dengan uang kontan.

https://i2.wp.com/jepang.panduanwisata.com/files/2012/05/transportasi-bus2.jpg

Selain bis kota, ada juga bis-bis untuk jurusan luar kota, seperti jurusan Tokyo-Nagoya, Tokyo-Osaka, Tokyo-Hiroshima dan sebagainya. Bis-bis untuk jurusan luar kota ada yang beroperasi pada siang hari, dan ada juga yang beroperasi pada malam hari. Dibandingkan dengan naik kereta api shinkansen, naik bis memang jauh lebih murah, akan tetapi waktunya lebih lama. Sebagai contoh, dari Tokyo-Nagoya, apabila naik kereta api shinkansen hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam, tetapi dengan bis bisa mencapai enam jam lebih.

Di samping itu ada juga bis-bis wisata (kanko bus) yang bisa dicarter per paket, biasanya sekitar 2-4 jam per paket perjalanan, tergantung dari tujuan wisata. Bis wisata ini biasanya dimanfaatkan oleh turis-turis asing yang bersight-seeing di dalam kota maupun obyek-obyek turis yang terdapat di sekitar kota yang bersangkutan.

 

3. Angkutan Taksi

 https://i1.wp.com/jepang.panduanwisata.com/files/2012/05/sistem-transportasi-jepang3.jpg

Di setiap stasiun kereta api terdapat terminal taksi yang melayani baik untuk jurusan dalam kota maupun ke arah suburb. Apabila anda akan pergi ke suatu tempat (di dalam kota) yang tidak tahu persis lokasinya, lebih baik naik taksi saja. Namun karena sebagian besar supir taksi tidak bisa berbahasa Inggris, maka sebaiknya anda menyiapkan nama dan alamat yang dimaksudkan dalam bahasa Jepang, lalu diperlihatkan kepada sopir taksi tersebut. Dengan cara ini maka anda akan diantar oleh sopir taksi sampai ke tujuan yang dimaksud. Perlu diketahui bahwa semua taksi di Jepang menggunakan argometer. Ada dua jenis taksi, yaitu taksi besar dan taksi kecil yang ongkosnya berbeda. Di luar kota biasanya ongkos taksi lebih mahal. Taksi beroperasi selama 24 jam, dari jam 11 malam sampai jam 05.00 pagi, ongkos taksi dinaikkan 20% lebih mahal.

 

4. Mobil Penumpang

Di Jepang, tujuh dari sepuluh rumah tangga mempunyai sebuah mobil. Bagi keluarga yang tidak memiliki mobil biasanya menyewa di tempat persewaan mobil, yang banyak tersebar di seluruh negeri. Anda juga bisa menyewa mobil di tempat-tempat tersebut. Caranya mudah, hanya dengan menunjukkan SIM anda kepada petugas persewaan tersebut. Mobil-mobil tersebut biasanya disewa per jam, per tiga jam, per enam jam, atau per 24 jam. Hampir di tiap kota terdapat tempat-tempat persewaan mobil, yang cukup di kenal adalah Nippon Rent Car. Bagi anda yang mempunyai SIM dari Indonesia bisa ditukar dengan SIM Jepang. SIM Indonesia tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, selanjutnya didaftarkan ke kantor polisi yang terdekat dengan tempat tinggal anda.

 

5. Angkutan Udara

http://12onoal.files.wordpress.com/2010/11/japan_airlines.jpg

https://i1.wp.com/www.airplane-pictures.net/images/uploaded-images/2007-12/1/8303.jpg

https://i2.wp.com/catchyoo.typepad.com/catchyoo_moving_advertisi/images/2008/04/08/ana.png

Untuk perjalanan di dalam negeri, selain menggunakan jalan darat, juga bisa menggunakan pesawat terbang yang dilayani oleh perusahaan penerbangan dalam negeri, antara lain JL (Japan Air Lines), ANA (All Nippon Airways), dan TDA (Toa Domestic Airlines). Hampir semua kota propinsi dapat didatangi oleh pesawat terbang. Beberapa kota mempunyai fasilitas lapangan terbang untuk jalur penerbangan internasional, antara lain yaitu Tokyo, Osaka, Fukuoka dan lainnya. Di Tokyo sendiri, ada dua lapangan terbang yaitu Narita International Airport (untuk penerbangan internasional) dan Haneda Airport (untuk penerbangan international dan domestik). Apabila akan bepergian dengan pesawat terbang, anda bisa memesan tiket sebulan sebelum keberangkatan di JTB (Japan Travel Bureau) ataupun di agen-agen perjalanan yang tersebar di tiap kota.

 

6. Angkutan Laut

Apabila anda ingin bepergian dengan biaya lebih murah, anda bisa menggunakan kapal laut, yang melayani jalur luar kota, antara lain dari Hokkaido-Kobe, Kobe-Kyushu, Kobe-Shikoku, Shikoku-Kyushu dan jalur-jalur lainnya. Di samping itu ada juga kapal ferry yang banyak digunakan untuk menyeberang dari satu tempat ke tampat lain.

 

SHARED BY : MICHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s